The Government’s commitment to realizing equitable, high-quality education has been articulated in the Draft National Long-Term Development Plan (RPJPN) 2024–2045 (BAPPENAS, forthcoming). The issues of learning loss and learning gaps that were widely discussed during the COVID-19 pandemic are in fact manifestations of a learning crisis that has existed in Indonesia for a long time
As a civil society organization (CSO), PSPK seeks to play a role in advocating for policies that strengthen equitable access to quality education, including by submitting a set of education policy recommendations for the next five years (2024–2029). Addressing inequities in educational opportunity has long been part of PSPK’s mission. For PSPK, access and learning quality are inseparable
This edition of KILAS PENDIDIKAN aims to explain the background of policy recommendations to strengthen equitable, child-centered quality education. It also serves as an introduction to subsequent editions that will explore each policy pillar in greater depth. Drawing on developments in national education policy and PSPK’s advocacy experience
—Amin Suyitno,
Direktur Jenderal Pendidikan Islam dalam Konferensi Pendidikan Indonesia 2025
“Kami mengapresiasi peran PSPK dalam mendorong sinergi lintas sektor demi kemajuan pendidikan. Dalam konteks tugas kami di bidang agama sekaligus pendidikan, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil menjadi sangat penting. Upaya seperti yang dilakukan PSPK membantu memastikan bahwa pendidikan tidak lagi berjalan secara ego-sektoral, melainkan lebih inklusif, berjejaring, dan berorientasi pada kepentingan anak.”
—Meutya Hafid,
Menteri Komunikasi dan Digital RI dalam podcast PSPK x Merdekast
“Kami sangat menghargai dukungan dari tim PSPK dalam memperkuat perspektif kebijakan publik, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat fondasi regulasi, tetapi juga memastikan bahwa suara anak serta perspektif pendidikan dari komunitas benar-benar didengar dan menjadi bagian penting dari kebijakan.”
—Harda Kiswaya,
Bupati Kab. Sleman 2025-2030
“KPI dan Lingkar Daerah Belajar (LDB) memiliki semangat yang sejalan dengan visi kami di Sleman. Oleh karena itu, saya mendukung penuh upaya bersama ini untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Di LDB juga saya sangat diberi kesempatan bersama-sama untuk membuat sleman lebih baik, sehingga saya akan support penuh LDB dengan segenap kemampuan kami. Agar Sleman dan LDB bersama-sama bisa memperjuangkan anak-anak Sleman memperoleh pendidikan yang lebih baik.”
—Ifran, S.Pd,
Guru SD Negeri 8 Abab
“Kegiatan Lingkar Belajar dan platform PEMANTIK sudah sangat bermanfaat. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan lebih banyak sesi berbagi praktik baik antar guru agar semakin menginspirasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.”
—Nikolasia Budiman,
Unit Manager of Basic Education, DFAT Indonesia
“Saya sangat mengapresiasi kinerja PSPK sebagai co-Coordinating Agency Global Partnership for Education (GPE) di Indonesia. Tim yang sangat professional, komunikatif, knowledgeable dan passionate untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Saya temukan sangat mudah untuk berdiskusi dan bekerjasama dengan tim PSPK apalagi dalam menerjemahkan aturan-aturan dan konsep-konsep agar pelaksanaan bisa efektif dan efisien. Selalu senang bekerjasama dengan tim PSPK.”